Bagi seorang PNS, kenaikan gaji tidak selalu berarti naik pangkat. Ada mekanisme rutin bernama kenaikan gaji berkala yang membuat gaji pokok bertambah tanpa perpindahan golongan. Banyak pegawai baru belum memahami kapan berkala ini jatuh, apa syaratnya, dan berapa tambahan yang diterima. Padahal, memahami mekanisme ini membantu merencanakan keuangan serta memastikan hak tidak terlewat.
Ulasan berikut menjelaskan syarat, jadwal, dan besaran kenaikan gaji berkala, sekaligus menempatkannya dalam tabel gaji pokok yang berlaku.
Apa Itu Gaji Berkala PNS
Kenaikan gaji berkala adalah penyesuaian gaji pokok yang diberikan secara periodik, umumnya setiap dua tahun sekali, selama pegawai masih berada pada golongan ruang yang sama. Kenaikan ini tidak mengubah golongan, hanya menggeser posisi gaji pokok ke tingkat yang lebih tinggi di dalam rentang golongan tersebut.
Karakter inilah yang membedakannya dari kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat memindahkan pegawai ke golongan baru, sedangkan kenaikan gaji berkala hanya menaikkan angka gaji di golongan yang sedang disandang.
Syarat Kenaikan Gaji Berkala
Agar berkala dapat diberikan, ada sejumlah syarat yang perlu dipenuhi. Syarat utama berkaitan dengan masa kerja dan penilaian kerja. Secara ringkas, syaratnya meliputi:
- Masa kerja minimal dua tahun pada golongan ruang yang sedang berlaku.
- Penilaian kinerja dalam dua tahun terakhir dinilai baik, tidak berada pada predikat kurang.
- Tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat.
- Dokumen usulan diajukan oleh pejabat yang berwenang sebelum tanggal berkala jatuh.
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, kenaikan dapat ditunda hingga syarat terpenuhi. Karena itu, memantau penilaian kinerja tiap tahun penting agar berkala tidak tertunda.
Jadwal Kenaikan
Kenaikan gaji berkala jatuh setiap dua tahun sekali, dihitung dari tanggal berkala terakhir. Usulan biasanya diajukan beberapa bulan sebelum tanggal tersebut oleh bagian kepegawaian, kemudian diterbitkan surat keputusan jika disetujui. Setelah SK terbit, selisih gaji yang belum dibayarkan akan dirapel.
Jadwal ini berlaku berulang, sehingga seorang PNS umumnya mengalami beberapa kali kenaikan berkala sebelum mengajukan kenaikan pangkat. Pada akhirnya, kenaikan berkala inilah yang membuat gaji pokok bergerak dari batas bawah menuju batas atas dalam tabel golongan.
Besaran Gaji Pokok Menurut Golongan
Untuk memudahkan memantau posisi gaji, berikut gaji pokok per bulan berdasarkan golongan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024:
| Golongan | Gaji Pokok per Bulan |
|---|---|
| I/a | Rp 1.685.700 – Rp 2.522.600 |
| I/b | Rp 1.840.800 – Rp 2.670.700 |
| I/c | Rp 1.918.700 – Rp 2.783.700 |
| I/d | Rp 1.999.900 – Rp 2.901.400 |
| II/a | Rp 2.184.000 – Rp 3.643.400 |
| II/b | Rp 2.385.000 – Rp 3.797.500 |
| II/c | Rp 2.485.900 – Rp 3.958.200 |
| II/d | Rp 2.591.100 – Rp 4.125.600 |
| III/a | Rp 2.785.700 – Rp 4.575.200 |
| III/b | Rp 2.903.600 – Rp 4.768.800 |
| III/c | Rp 3.026.400 – Rp 4.970.500 |
| III/d | Rp 3.154.400 – Rp 5.180.700 |
| IV/a | Rp 3.287.800 – Rp 5.399.900 |
| IV/b | Rp 3.426.900 – Rp 5.628.300 |
| IV/c | Rp 3.571.900 – Rp 5.866.400 |
| IV/d | Rp 3.723.000 – Rp 6.114.500 |
| IV/e | Rp 3.880.400 – Rp 6.373.200 |
Setiap kenaikan berkala memindahkan gaji pokok satu tingkat lebih tinggi dalam rentang tersebut. Untuk melihat perbandingan seluruh golongan secara berdampingan, lihat halaman tabel gaji PNS.
Gaji Berkala dan Komponen Lain
Kenaikan gaji berkala hanya menyentuh gaji pokok. Tunjangan seperti tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan umum umumnya tidak ikut naik karena berkala, sebab besarannya ditentukan oleh golongan, bukan oleh posisi gaji pokok. Sementara tunjangan kinerja bergantung pada kelas jabatan, sehingga perubahannya mengikuti penyesuaian jabatan.
Dengan demikian, kenaikan berkala memperbesar porsi gaji pokok, sedangkan komponen lain bergerak mengikuti aturan masing-masing. Baca rinciannya pada pembahasan slip gaji PNS.
Beda Kenaikan Gaji Berkala dan Kenaikan Pangkat
Dua hal ini sering tertukar. Kenaikan gaji berkala menaikkan gaji pokok di dalam golongan yang sama tanpa mengubah pangkat. Kenaikan pangkat memindahkan pegawai ke golongan baru sehingga gaji pokoknya melompat ke rentang yang lebih tinggi. Keduanya bisa berjalan berurutan dan sama-sama menambah penghasilan, tetapi syarat serta jadwalnya tidak identik.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
- Surat usulan kenaikan gaji berkala dari atasan langsung.
- Bukti penilaian kinerja dalam dua tahun terakhir.
- Data golongan dan masa kerja terakhir.
- Surat keputusan golongan yang sedang berlaku.
Kelengkapan dokumen mempercepat proses penerbitan surat keputusan. Bila ada berkas yang kurang, penerbitan bisa tertunda dan rapel dibayarkan belakangan.
Jika Kenaikan Tertunda
Bila syarat tidak terpenuhi, misalnya penilaian kinerja kurang, kenaikan gaji berkala dapat ditunda. Penundaan ini bukan penghapusan, sebab kenaikan tetap diberikan setelah syarat terpenuhi. Karena itu, menjaga kinerja dan disiplin menjadi kunci agar berkala jatuh tepat waktu.
Dampak keterlambatan adalah gaji pokok tetap pada tingkat lama hingga SK terbit, lalu selisihnya dirapel. Meski hak akhirnya tetap diterima, keterlambatan membuat alur penerimaan tidak berjalan mulus.
Contoh Pergerakan Gaji Pokok
Misalkan seorang PNS berada pada golongan III/a dengan gaji pokok di batas bawah Rp 2.785.700. Setelah beberapa kali kenaikan gaji berkala, gaji pokoknya bergerak naik menuju batas atas golongan tersebut, yaitu Rp 4.575.200. Perjalanan ini umumnya memerlukan beberapa siklus berkala, masing-masing berjarak dua tahun.
Setelah menyentuh batas atas dan memenuhi syarat kenaikan pangkat, pegawai berpindah ke golongan III/b dengan rentang baru, yaitu Rp 2.903.600 hingga Rp 4.768.800. Dari situ siklus berkala berlanjut pada level yang lebih tinggi. Pola inilah yang membuat gaji pokok seorang PNS terus bertambah sepanjang karier.
Karena setiap siklus berjarak dua tahun, pegawai dapat memperkirakan kapan gaji pokoknya akan menyentuh batas atas golongan. Perkiraan itu berguna untuk merencanakan pengajuan kenaikan pangkat maupun pendidikan lanjutan yang dapat mempercepatnya.
Kesalahan Umum Seputar Gaji Berkala
Kesalahan pertama adalah menganggap kenaikan gaji berkala otomatis datang tanpa syarat. Kenyataannya, usulan tetap harus diajukan dan penilaian kinerja harus memenuhi standar. Kesalahan kedua adalah menyamakan berkala dengan kenaikan pangkat, padahal keduanya berbeda dan memiliki jadwal tersendiri.
Kesalahan ketiga adalah mengabaikan kelengkapan berkas. Dokumen yang tidak lengkap dapat menunda penerbitan surat keputusan, sehingga gaji pokok tertahan pada tingkat lama hingga rapel dibayarkan. Menjaga komunikasi dengan unit kepegawaian sangat membantu mencegah hal ini.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, proses kenaikan gaji berkala berjalan lebih lancar dan hak pegawai tidak tertunda. Mencatat jadwal berkala secara pribadi juga sangat membantu, terutama bagi pegawai yang mengelola banyak urusan kepegawaian.
Pada praktiknya, pemahaman atas berkala membantu pegawai merencanakan pengajuan jauh sebelum tanggal jatuh tempo. Dengan begitu, berkas dapat diproses tepat waktu dan kenaikan tidak tertunda oleh persoalan administratif yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.
Pembaruan data: angka gaji pokok mengacu pada PP No. 5 Tahun 2024 yang masih berlaku sepanjang 2026. Sejak Oktober 2025 gaji ASN aktif mengalami kenaikan sesuai Perpres No. 79 Tahun 2025, yaitu 8% untuk golongan I dan II, 10% untuk golongan III, serta 12% untuk golongan IV, dengan rapel dibayarkan pada November 2025.







