Kota Cilegon dikenal sebagai kawasan industri di bagian barat Provinsi Banten. Sejumlah perusahaan besar beroperasi di sana, sehingga lapangan kerja sektor swasta tergolong luas. Di tengah kondisi industri yang ramai itu, banyak orang tetap menimbang berkarier sebagai PNS di lingkungan Pemkot Cilegon, terutama karena kestabilan penghasilan dan jaminan masa depan yang ditawarkannya.
Calon pelamar biasanya mencari tahu seberapa besar gaji PNS di Kota Cilegon. Penghasilan PNS memang tidak selalu melampaui gaji sektor industri, namun gaji bulanan yang teratur dan jaminan masa depan menjadi pertimbangan tersendiri.
Agar penilaiannya seimbang dan tidak menyesatkan, pahami dulu cara gaji PNS disusun. Penghasilan terdiri atas gaji pokok ditambah tunjangan, serta tambahan penghasilan yang berlaku di lingkup pemerintah daerah tempat pegawai bertugas.
Golongan dan Titik Awal Karier
Seorang PNS memulai karier dari golongan sesuai jenjang pendidikannya. Lulusan SMA atau SMK umumnya masuk golongan I dan II, sementara lulusan diploma dan sarjana biasanya memulai dari golongan II dan III. Golongan menentukan besarnya gaji pokok sekaligus dasar penghitungan tunjangan.
Karena titik awalnya berbeda, dua pegawai yang diangkat bersamaan bisa menerima penghasilan tidak sama. Hal ini mendorong banyak pegawai melanjutkan pendidikan agar golongannya naik lebih cepat. Uraian lengkap tingkatan tersebut ada di gaji PNS per golongan.
Gaji Pokok PNS Terbaru
Gaji pokok ditetapkan melalui peraturan pemerintah dan berlaku sama di seluruh Indonesia. Angka berikut mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2024 yang masih dipakai pada 2026. Rentangnya menunjukkan nilai terendah hingga tertinggi dalam satu golongan sesuai masa kerja.
| Golongan | Rentang Gaji Pokok per Bulan |
|---|---|
| I/a | Rp 1.685.700 – Rp 2.522.600 |
| I/b | Rp 1.840.800 – Rp 2.670.700 |
| I/c | Rp 1.918.700 – Rp 2.783.700 |
| I/d | Rp 1.999.900 – Rp 2.901.400 |
| II/a | Rp 2.184.000 – Rp 3.643.400 |
| II/b | Rp 2.385.000 – Rp 3.797.500 |
| II/c | Rp 2.485.900 – Rp 3.958.200 |
| II/d | Rp 2.591.100 – Rp 4.125.600 |
| III/a | Rp 2.785.700 – Rp 4.575.200 |
| III/b | Rp 2.903.600 – Rp 4.768.800 |
| III/c | Rp 3.026.400 – Rp 4.970.500 |
| III/d | Rp 3.154.400 – Rp 5.180.700 |
| IV/a | Rp 3.287.800 – Rp 5.399.900 |
| IV/b | Rp 3.426.900 – Rp 5.628.300 |
| IV/c | Rp 3.571.900 – Rp 5.866.400 |
| IV/d | Rp 3.723.000 – Rp 6.114.500 |
| IV/e | Rp 3.880.400 – Rp 6.373.200 |
Dari tabel tampak bahwa perpindahan golongan membawa lonjakan penghasilan yang terasa. Angka tersebut adalah gaji pokok murni, belum termasuk tunjangan dan tambahan penghasilan daerah, sehingga penerimaan sebenarnya lebih besar. Rincian tiap tingkatan bisa dilihat pada tabel gaji PNS.
Tunjangan yang Menambah Penghasilan
Selain gaji pokok, PNS menerima sejumlah tunjangan yang nilainya bisa menyaingi atau melampaui gaji pokok. Tunjangan keluarga menjadi yang paling dinantikan pegawai berkeluarga, dengan nilai sepuluh persen dari gaji pokok untuk suami atau istri dan dua persen untuk setiap anak, maksimal dua anak.
Beberapa tunjangan lain melengkapi komponen ini. Kehadirannya membuat total penerimaan bulanan lebih besar daripada gaji pokok semata, dan turut menjaga daya beli pegawai di kota industri yang biaya hidupnya relatif tinggi.
- Tunjangan keluarga: 10 persen untuk pasangan dan 2 persen per anak, maksimal dua anak.
- Tunjangan pangan atau beras: menyesuaikan kebutuhan pangan pegawai.
- Tunjangan umum: melekat pada pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.
- Tunjangan jabatan: bagi PNS yang memegang jabatan struktural tertentu.
Tambahan Penghasilan di Pemerintah Daerah
PNS di pemerintah daerah tidak menerima tunjangan kinerja kementerian. Sebagai gantinya, mereka menerima tambahan penghasilan pegawai atau TPP yang besar dan tata caranya ditetapkan kepala daerah. Karena ditetapkan lokal, besarannya bisa berbeda antara Kota Cilegon dan daerah lain. Perbedaan ini membuat total penghasilan PNS antar wilayah tidak pernah benar-benar sama.
Karena itu, pertanyaan soal gaji PNS Kota Cilegon tidak bisa dijawab dengan satu angka pasti. Dua pegawai bergolongan sama dapat menerima total berbeda bila bobot jabatan dan capaian kinerjanya tidak sepadan. Penjelasan rincinya ada di komponen gaji PNS.
Gaji Berkala dan Gaji ke-13
Penghasilan PNS naik seiring bertambahnya masa kerja. Setiap dua tahun, pegawai berhak atas kenaikan gaji berkala bila kinerjanya dinilai memadai. Selain itu, setiap tahun pegawai menerima gaji ke-13 yang dihitung dari komponen penghasilan bulan Mei, dengan CPNS menerima delapan puluh persen dari nilai tersebut.
Pegawai yang menjalani hukuman disiplin berat tidak menerima gaji ke-13. Ketentuan ini menegaskan bahwa hak tambahan itu melekat pada kedisiplinan dan kinerja, bukan semata status kepegawaian. Selengkapnya ada di gaji 13 PNS.
Memperkirakan Total Penghasilan Bulanan
Untuk memperkirakan total penghasilan, mulailah dari gaji pokok sesuai golongan dan masa kerja. Tambahkan tunjangan keluarga bila berkeluarga, lalu tunjangan pangan, tunjangan umum, dan tunjangan jabatan jika ada. Terakhir, tambahkan tambahan penghasilan pegawai yang berlaku di lingkungan Pemkot Cilegon.
Hitungan ini masih perkiraan, sebab potongan iuran pensiun, pajak penghasilan, dan iuran lain akan mengurangi nilai yang diterima. Selisih antara penghasilan bruto dan gaji bersih adalah hal wajar. Karena komponen daerah ditetapkan kepala daerah, angkanya sebaiknya dikonfirmasi ke instansi terkait.
Kenaikan 2025 dan Masa Pensiun
Sejak Oktober 2025, gaji ASN aktif naik sesuai Perpres Nomor 79 Tahun 2025, dengan rapel dibayar pada November 2025. Golongan I–II naik delapan persen, golongan III sepuluh persen, dan golongan IV dua belas persen. Penyesuaian ini berlaku bagi ASN yang masih aktif bertugas.
Penerima pensiun mengikuti aturan tersendiri melalui PP Nomor 8 Tahun 2024 yang menaikkan gaji pensiun sekitar dua belas persen pada awal 2024. Penerima pensiun tidak ikut penyesuaian Perpres Nomor 79 Tahun 2025, sehingga perhitungannya berbeda dari pegawai aktif.
Pembaruan data: Angka gaji pokok pada artikel ini mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2024 yang masih berlaku pada 2026. Sejak Oktober 2025, gaji ASN aktif naik sesuai Perpres Nomor 79 Tahun 2025, yaitu golongan I–II 8 persen, golongan III 10 persen, dan golongan IV 12 persen, dengan rapel dibayarkan pada November 2025.






