Sistem golongan adalah fondasi penghasilan seorang PNS. Setiap pegawai ditempatkan pada golongan tertentu yang kemudian menentukan besar gaji pokok, tunjangan, hingga nilai kenaikan berkala. Karena itu, memahami golongan berarti memahami juga pola gaji yang akan diterima sepanjang karier.
Artikel ini menjelaskan pembagian golongan PNS, menyajikan tabel gaji pokok yang berlaku, dan menguraikan komponen di luar gaji pokok yang ikut menentukan penghasilan bulanan.
Apa Itu Golongan PNS
Golongan adalah pengelompokan PNS berdasarkan kualifikasi pendidikan, masa kerja, dan jabatan yang diemban. Golongan ditulis dengan huruf romawi diikuti huruf kecil, misalnya III/a atau IV/b. Setiap kenaikan tingkat menunjukkan peningkatan status dan biasanya diikuti peningkatan gaji.
Pengaturan gaji pokok berada pada tingkat nasional, sehingga PNS di seluruh Indonesia mengacu pada tabel yang sama meski bekerja di instansi berbeda. Yang membedakan antarinstansi biasanya bukan gaji pokoknya, melainkan tunjangan tambahan seperti tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan pegawai daerah.
Golongan I sampai IV dan Kaitannya dengan Pendidikan
Secara umum, golongan PNS dibagi menjadi empat kelompok besar yang masing-masing terbuka bagi kualifikasi pendidikan tertentu:
- Golongan I — umumnya untuk kualifikasi pendidikan sekolah dasar hingga SMP.
- Golongan II — untuk pendidikan menengah hingga diploma tiga.
- Golongan III — untuk lulusan sarjana S1 hingga S3.
- Golongan IV — untuk pegawai dengan jabatan dan pangkat yang lebih tinggi.
Pendidikan bukan satu-satunya penentu, sebab jabatan yang diemban juga memengaruhi golongan akhir yang bisa dicapai. Selain itu, masa kerja berperan besar dalam pergerakan dari satu tingkat ke tingkat berikutnya.
Tabel Gaji Pokok PNS per Golongan
Berikut gaji pokok per bulan untuk seluruh golongan sesuai ketentuan yang masih berlaku. Angka diambil apa adanya dan tidak dibulatkan, agar bisa dijadikan acuan yang akurat:
| Golongan | Gaji pokok terendah | Gaji pokok tertinggi |
|---|---|---|
| I/a | Rp1.685.700 | Rp2.522.600 |
| I/b | Rp1.840.800 | Rp2.670.700 |
| I/c | Rp1.918.700 | Rp2.783.700 |
| I/d | Rp1.999.900 | Rp2.901.400 |
| II/a | Rp2.184.000 | Rp3.643.400 |
| II/b | Rp2.385.000 | Rp3.797.500 |
| II/c | Rp2.485.900 | Rp3.958.200 |
| II/d | Rp2.591.100 | Rp4.125.600 |
| III/a | Rp2.785.700 | Rp4.575.200 |
| III/b | Rp2.903.600 | Rp4.768.800 |
| III/c | Rp3.026.400 | Rp4.970.500 |
| III/d | Rp3.154.400 | Rp5.180.700 |
| IV/a | Rp3.287.800 | Rp5.399.900 |
| IV/b | Rp3.426.900 | Rp5.628.300 |
| IV/c | Rp3.571.900 | Rp5.866.400 |
| IV/d | Rp3.723.000 | Rp6.114.500 |
| IV/e | Rp3.880.400 | Rp6.373.200 |
Rentang terendah hingga tertinggi di dalam satu golongan mencerminkan perbedaan masa kerja golongan. PNS yang baru masuk berada di dekat angka bawah, sementara yang sudah lama di golongan itu berada di dekat angka atas.
Membaca Tabel Gaji dengan Benar
Saat membaca tabel gaji, hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa angka di dalamnya bukan angka tetap untuk seluruh pegawai di golongan tersebut. Setiap tingkat huruf memiliki rentang, dan posisi seorang PNS di dalam rentang itu bergerak seiring bertambahnya masa kerja.
Inilah sebabnya dua PNS dengan golongan sama bisa menerima gaji pokok berbeda. Perbedaannya bukan karena kesalahan administrasi, melainkan karena posisi masa kerja yang memang tidak sama. Kenaikan gaji berkala setiap dua tahunlah yang menggeser posisi tersebut satu loncatan demi satu loncatan.
Komponen Lain di Luar Gaji Pokok
Gaji yang diterima PNS setiap bulan bukan hanya gaji pokok. Ada tunjangan keluarga sebesar 10% untuk suami atau istri dan 2% per anak dengan batas maksimal dua anak, tunjangan pangan, tunjangan umum, serta tunjangan jabatan bila menduduki jabatan tertentu.
Untuk instansi pusat, ada tunjangan kinerja dengan besaran yang berbeda antarinstansi. PNS daerah umumnya menerima tambahan penghasilan pegawai yang ditetapkan kepala daerah. Penjelasan lengkap ada di komponen gaji PNS.
Bagaimana Golongan Mempengaruhi Kenaikan
Golongan berdampak langsung pada kenaikan gaji. Setiap dua tahun, PNS berhak atas kenaikan gaji berkala yang menaikkan gaji pokok satu loncatan. Selain itu, kenaikan pangkat ke golongan lebih tinggi membuka rentang gaji yang lebih besar.
Dengan dua mekanisme itu, penghasilan seorang PNS umumnya bergerak naik secara bertahap sepanjang masa pengabdian, terlepas dari ada atau tidaknya kenaikan gaji nasional. Untuk membandingkan gaji antarjenjang, lihat gaji PNS per golongan.
Kenaikan 2025 dan Implikasinya
Kenaikan gaji pokok yang berlaku sejak Oktober 2025 memberi tambahan sebesar 8% untuk golongan I-II, 10% untuk golongan III, dan 12% untuk golongan IV. Besaran bertingkat ini berlaku untuk seluruh jenjang di dalam golongan masing-masing.
Karena kenaikan juga mengubah gaji pokok, tunjangan yang dihitung sebagai persentase dari gaji pokok ikut menyesuaikan secara otomatis. Rincian gaji tiap golongan dapat dilihat pada tabel gaji PNS.
Jenis Jabatan dan Pengaruhnya pada Golongan
Selain pendidikan, jenis jabatan ikut menentukan sejauh mana seorang PNS bisa menembus golongan tinggi. Ada jabatan struktural yang melekat pada posisi manajerial, ada jabatan fungsional yang didasarkan pada keahlian, dan ada jabatan pelaksana untuk tugas-tugas operasional.
Jabatan fungsional tertentu, misalnya, membuka lintasan kenaikan pangkat yang relatif cepat karena berbasis angka kredit. Sementara jabatan struktural bergantung pada ketersediaan posisi. Perbedaan lintasan ini membuat dua pegawai dengan pendidikan sama bisa berakhir di golongan yang berbeda sepanjang kariernya.
Kesalahan Umum dalam Memahami Gaji PNS
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menganggap angka dalam tabel gaji sebagai angka pasti yang diterima seorang pegawai. Padahal setiap golongan memiliki rentang, dan posisi di dalamnya bergerak seiring masa kerja.
Kesalahan lain adalah menyamakan gaji pokok dengan total penghasilan. Kenyataannya, tunjangan bisa menjadi bagian yang cukup besar, terutama bagi pegawai yang menduduki jabatan fungsional atau bertugas di instansi dengan tunjangan kinerja. Memahami keduanya secara terpisah akan menghindarkan dari perkiraan yang keliru.
Ringkasan Kaitan Golongan dan Gaji
Pada akhirnya, golongan adalah penentu utama gaji pokok seorang PNS. Golongan menetapkan rentang gaji, sementara masa kerja menentukan posisi di dalam rentang tersebut. Kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala menjadi dua mesin yang menggerakkan penghasilan naik sepanjang karier.
Dengan memahami kaitan ini, seorang PNS dapat memperkirakan arah penghasilannya dan menyiapkan langkah karier yang sesuai, tanpa bergantung pada asumsi yang tidak berdasar.
Pembaruan data: Angka gaji pokok pada artikel ini mengacu pada PP No. 5 Tahun 2024 yang masih berlaku pada 2026. Sejak Oktober 2025, gaji ASN aktif naik sesuai Perpres No. 79 Tahun 2025 dengan kenaikan 8% untuk golongan I-II, 10% untuk golongan III, dan 12% untuk golongan IV, sedangkan rapelnya dibayarkan pada November 2025.






