Golongan menjadi penentu utama besaran gaji pokok seorang PNS. Semakin tinggi golongan dan ruang yang disandang, semakin besar pula gaji pokoknya. Memahami sistem golongan membantu siapa pun memperkirakan penghasilan sekaligus merencanakan jenjang karier di lingkungan pemerintahan.
Arti Golongan dan Ruang dalam PNS
Golongan PNS terbagi menjadi empat kelompok besar, yaitu golongan I, II, III, dan IV. Setiap golongan kemudian dipecah lagi menjadi empat ruang yang ditandai huruf, misalnya III/a, III/b, III/c, dan III/d.
Golongan awal umumnya ditentukan oleh jenjang pendidikan saat pertama diangkat. Lulusan SD sampai SMP biasanya masuk golongan I, lulusan SMP hingga D3 masuk golongan II, sedangkan lulusan S1 sampai S3 menempati golongan III dan IV. Perbedaan antara golongan III dan IV lebih banyak dipengaruhi jabatan serta pangkat yang diemban selama bertugas.
Hubungan Golongan, Pendidikan, dan Jabatan
Pendidikan memang menentukan pintu masuk, tetapi jabatan menentukan seberapa cepat seorang PNS naik. Pegawai yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu memiliki jalur kenaikan pangkat yang lebih terbuka dibandingkan pegawai yang mengisi jabatan administrasi umum.
Golongan juga mencerminkan tingkat tanggung jawab. Golongan IV umumnya diisi pegawai dengan jabatan lebih tinggi atau yang telah lama mengabdi. Karena itulah mereka menerima gaji pokok yang secara nominal berada di atas golongan III.
Gaji Pokok Tiap Golongan
Rentang gaji pokok antarruang berbeda dan diatur resmi dalam PP Nomor 5 Tahun 2024. Berikut rinciannya.
| Golongan | Gaji pokok terendah | Gaji pokok tertinggi |
|---|---|---|
| I/a | Rp 1.685.700 | Rp 2.522.600 |
| I/b | Rp 1.840.800 | Rp 2.670.700 |
| I/c | Rp 1.918.700 | Rp 2.783.700 |
| I/d | Rp 1.999.900 | Rp 2.901.400 |
| II/a | Rp 2.184.000 | Rp 3.643.400 |
| II/b | Rp 2.385.000 | Rp 3.797.500 |
| II/c | Rp 2.485.900 | Rp 3.958.200 |
| II/d | Rp 2.591.100 | Rp 4.125.600 |
| III/a | Rp 2.785.700 | Rp 4.575.200 |
| III/b | Rp 2.903.600 | Rp 4.768.800 |
| III/c | Rp 3.026.400 | Rp 4.970.500 |
| III/d | Rp 3.154.400 | Rp 5.180.700 |
| IV/a | Rp 3.287.800 | Rp 5.399.900 |
| IV/b | Rp 3.426.900 | Rp 5.628.300 |
| IV/c | Rp 3.571.900 | Rp 5.866.400 |
| IV/d | Rp 3.723.000 | Rp 6.114.500 |
| IV/e | Rp 3.880.400 | Rp 6.373.200 |
Angka terendah berlaku untuk masa kerja awal pada ruang tersebut, dan angka tertinggi berlaku bagi pegawai yang sudah mencapai masa kerja akhir ruang itu. Selisihnya bisa cukup jauh, menandakan betapa besar pengaruh masa kerja terhadap penghasilan.
Faktor yang Menentukan Naiknya Golongan
Posisi golongan bukan sesuatu yang tetap. Seorang PNS dapat berpindah ke golongan yang lebih tinggi melalui kenaikan pangkat. Ada dua jalur yang paling umum, yaitu kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat pilihan.
Kenaikan pangkat reguler diberikan setelah pegawai memenuhi syarat masa kerja dan golongan tertentu. Adapun kenaikan pangkat pilihan diberikan kepada pegawai yang dinilai berprestasi atau menduduki jabatan tertentu. Kedua jalur ini sama-sama mengubah golongan, dan otomatis mengubah gaji pokok yang diterima. Selengkapnya bisa dibaca pada pembahasan gaji PNS per golongan.
Peran Gaji Berkala
Selain kenaikan pangkat, gaji pokok naik secara rutin melalui gaji berkala. Kenaikan ini diberikan setiap dua tahun masa kerja selama pegawai memenuhi penilaian kinerja yang ditentukan. Dengan kata lain, meski golongan belum berubah, gaji pokok tetap bisa bertambah dalam periode yang relatif singkat.
Karena itu, dua PNS yang berada di ruang yang sama belum tentu menerima nominal yang sama. Yang membedakan adalah berapa lama mereka sudah bekerja pada ruang itu dan sudah berapa kali menerima kenaikan gaji berkala. Ulasan lebih rinci tersedia pada artikel gaji berkala PNS.
Contoh Perbandingan Antar Golongan
Agar lebih mudah dibayangkan, bandingkan gaji pokok awal golongan III/a dengan golongan IV/e. Gaji pokok golongan III/a dimulai dari Rp 2.785.700, sedangkan golongan IV/e bisa mencapai Rp 6.373.200 pada masa kerja akhir. Jarak keduanya lebih dari dua kali lipat.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa kenaikan golongan dan masa kerja berdampak besar pada penghasilan jangka panjang. Pegawai yang rajin menempuh kenaikan pangkat akan merasakan bedanya secara nyata dalam beberapa tahun. Ulasan tentang komponen dasarnya ada pada artikel gaji pokok PNS.
Golongan untuk Guru dan Tenaga Kesehatan
Beberapa profesi memiliki golongan awal yang khas. Guru dan tenaga kesehatan berpendidikan sarjana umumnya mulai dari golongan III/a. Seiring naiknya jenjang jabatan fungsional, golongan mereka dapat naik lebih cepat dibanding jabatan administrasi umum.
Karena itu, membandingkan gaji antarpegawai sebaiknya mempertimbangkan jenis jabatan, bukan hanya golongan. Dua orang dengan golongan sama dapat memiliki jalur karier dan tunjangan yang berbeda. Kenaikan golongan juga berdampak pada tunjangan keluarga yang dihitung sebagai persentase dari gaji pokok, sehingga manfaatnya terasa pada beberapa komponen sekaligus.
Kesalahan Umum dalam Memahami Golongan
Banyak orang mengira golongan hanya ditentukan oleh pendidikan. Padahal golongan juga dipengaruhi masa kerja, jabatan, dan penilaian kinerja. Dua orang dengan ijazah sama bisa berakhir di golongan berbeda karena jalur karier mereka tidak identik.
Kesalahan lain adalah menyamakan golongan dengan total penghasilan. Karena tunjangan bisa berbeda jauh, pegawai bergolongan lebih rendah di instansi tertentu justru bisa membawa pulang penghasilan lebih besar. Karena itu, golongan adalah salah satu faktor penting, tetapi bukan satu-satunya.
Pantau Golongan Secara Berkala
Golongan dan masa kerja sebaiknya dipantau secara berkala. Kesalahan data masa kerja bisa membuat kenaikan gaji berkala tertunda. Karena itu, menyimpan salinan surat keputusan kenaikan pangkat dan gaji berkala sangat membantu.
Dengan catatan yang rapi, seorang PNS dapat memastikan haknya berjalan sesuai aturan. Golongan yang tepat pada waktunya berarti gaji pokok naik tanpa penundaan, dan penghasilan jangka panjang tetap optimal.
Pada akhirnya, golongan adalah cerminan perjalanan karier seorang PNS. Semakin konsisten menempuh kenaikan pangkat dan menjaga kinerja, semakin tinggi golongan yang dicapai beserta gaji pokok yang menyertainya. Karena itu, memantau golongan sejak awal pengabdian sangat bermanfaat untuk masa depan.
Pembaruan data: angka gaji pokok pada tabel di atas mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2024 (perubahan kesembilan belas atas PP Nomor 7 Tahun 1977) yang masih berlaku pada 2026. Sejak Oktober 2025, gaji ASN aktif naik lewat Perpres Nomor 79 Tahun 2025 — golongan I dan II naik 8%, golongan III naik 10%, dan golongan IV naik 12%, dengan rapel dibayarkan mulai November 2025.






